Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Warga Risih, Pengemis dan Gelandangan di Kota Gorontalo kian Menjamur

Selasa, 01 Juni 2021 | Juni 01, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-06-01T06:44:34Z


Ilustrasi Istimewa


timurpost.id - Ditengah Pandemi Covid-19, masyarakat diminta untuk selalu hidup bersih. Namun jika melirik aktivitas Gelandangan hingga Pengemis di Kota Gorontalo yang kurang menerapkan hidup bersih, dikhawatirkan bisa memicu penyebaran Covid-19.


Para pengemis dan gelandangan di Kota Gorontalo ini, sebagian besar dari mereka ada yang enggan mematuhi protokol kesehatan. Mereka bahkan tidak memakai masker ketika beraktivitas di tengah ramainya Kota Gorontalo.


Terkadang mereka mangkal di persimpangan lampu jalan, depan pertokoan hingga keluar masuk rumah makan dan tempat keramaian lainnya yang banyak dikunjungi masyarakat.


Hal ini membuat sejumlah orang dibuat tidak nyaman dengan menjamurnya gelandangan ini di Kota Gorontalo. Bahkan warga menganggap bahwa, Peraturan Daerah (Perda) tentang penertiban gelandangan dan pengemis kurang dilaksanakan.


"Ini semua kan tergantung Perda, kalau perdanya tidak dijalankan pasti pengemis dan gelandangan tetap ada," kata Reza Saad.


"Apalagi ini masih situasi pandemi, mereka kurang mematuhi protokol kesehatan. Jangan sampai mereka ini yang bakal pembawa virus," tegasnya.


Sementara Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Kota Gorontalo Endang Hulumudi mengatakan, di Kota Gorontalo belum ada perda yang mengatur tentang gelandangan dan pengemis. Selama ini hanya ada perda tentang ketertiban umum termasuk pasal-pasalnya yang mengatur gelandangan dan pengemis.


"Namun, dari segi sanksi yang  membuat ada efek jera, sehingga perda bisa dikatakan kurang menggigit," kata Endang.


Endang juga menerangkan, jika Gorontalo akan mempunyai perda yang mengatur akan hal itu, tentunya akan diatur lebih spesifik lagi khususnya di Kota Gorontalo.


"Jadi kalau sudah ada perda, maka kita tinggal penerapannya. Apakah ini diberikan sanksi atau pembinaan," terang Endang.


"Semoga tahun depan akan ada perda yang mengatur tentang gelandangan dan pengemis secara khusus, agar Gorontalo terbebas dari itu semua," tandasnya.

×
Berita Terbaru Update