Begini Tips Ciptakan Tim Bisnis yang Kompak


ilustrasi tim bisnis/timurpost.id



timurpost.id -
Hadirnya karyawan baru dalam perusahaan memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan keadaan dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Selain itu, mereka pun harus diberikan beberapa pemahaman mengenai bisnis yang akan dijalankan tersebut demi mencapai kesuksesan bersama.


Atasan atau manajerlah yang berperan untuk memberikan pemahaman tersebut kepada karyawan khususnya karyawan baru perusahaan. Hal itu penting agar suatu tim memiliki satu pemikiran yang sama untuk menjalankan bisnis ke depannya. Melihat karyawan baru lalu bergabung dengan perusahaan berasal dari latar belakang yang berbeda. Tentunya mereka pun memiliki kepribadian yang berbeda pula.


Melansir laman The Financial, Senin (08/02/2021), berikut ini beberapa tips dari Xero, software akuntansi online, mengenai cara untuk mengubah sekelompok individu menjadi tims sukses yang kohesif.


1. Jelaskan tujuan bisnis


Pertama-tama, Anda harus menjelaskan terlebih dahulu apa visi dan misi bisnis yang perusahaan Anda jalankan. Jelaskan kepada mereka apa tujuan dari perusahaan Anda. Beberapa poin yang mungkin bisa Anda jelaskan adalah:


a) Bicarakan budaya yang ingin dibangunTanamkan sejak awal bagaimana budaya dalam bisnis Anda. Selagi awal bekerja, mulailah hal tersebut lebih dulu agar karyawan tersebut bisa tumbuh dan berkembang dalam perusahaan Anda. Buat mereka bersemangat menjadi bagian dari tim dan lingkungan kerja.


b) Jelaskan rencana masa depanjelaskan target dari tim Anda selama enam bulan, satu tahun, atau dua tahun dari sekarang.


c) Jelaskan lingkungan pelanggan, prospek, dan mitraAnda juga harus menjelaskan bagaimana keadaan lingkungan, pelanggan, prospek kerja, serta mitra kerja perusahaan Anda kepada karyawan baru.


d) Gunakan kata ‘kami’Sebutlah Anda dan bisnis serta tim Anda dengan menyebut kata ‘kami’. Dengan seperti itu, secara tidak langsung karyawan Anda juga merasa ikut terlibat dalam bisnis.


2. Libatkan karyawan


Setelah merekrut karyawan, libatkanlah mereka untuk menjalankan bisnis sehari-hari. Buat mereka aktif dan manfaatkan kekuatan bekerja mereka untuk membantu perusahaan juga membuat mereka dapat berkembang.


Sebagai atasan, Anda bisa langsung memberikan tugas kepada mereka. Sesekali mungkin Anda bisa memberikan sedikit pekerjaan yang menantang untuk membantu mereka berkembang. Setelah mereka berhasil melakukannya, aprersiasilah kinerjanya dan hargai setiap proses yang terjadi.


Selain memberikan tugas bisnis, Anda sebagai atasan juga berperan sebagai pengajar atau mentor untuk bawahan Anda. Itu juga salah satu proses agar target bisnis Anda tercapai. Mungkin Anda bisa membuat sesi mentoring. Pada saat itu, Anda bisa jelaskan kepada semua karyawan bahwa semakin banyak usaha, semakin cepat perusahaan akan berkembang dan tumbuh. Selain itu, karyawan pun tentu akan mendapatkan kenaikan jabatan, gaji, serta tunjangan.


3. Tentu peran yang jelas


Sejak awal perekrutan karyawan, sebaiknya Anda sudah menentukan karyawan tersebut akan ditempatkan di posisi apa dan sebagai apa dengan jelas. Walau sepele, Anda tidak boleh meremehkannya. Jika Anda tidak memperjelas soal ini, kemajuan efisiensi serta moral karyawan akan berpengaruh.


Pastikanlah untuk sering memperbarui peran dan daftar tugas untuk karyawan Anda agar mereka tahu apa yang seharusnya dilakukan.


4. Latih membangun tim


Bisnis kecil seringkali memiliki lingkungan yang dapat beradaptasi dengan cepat. Hal itu berarti menunjukkan bahwa Anda juga perlu membuat tim yang mampu bekerja bersama dengan cepat.


Latihan membangun tim memang dapat membantu, tetapi Anda juga perlu mempertimbangkan beberapa hal, seperti menyusun anggaran dengan hati-hati, periksa semua opsi, tidak melupakan hal-hal sederhana.


5. Kenali keragaman


Dalam suatu tim, pasti terdiri dari karyawan yang berbeda-beda keahliannya. Sebagai atasan, Anda harus memahaminya. Memperbaiki perbedaan dengan menyamaratakan karyawan justru akan menjadi bumerang yang buruk untuk tim.


Sebaiknya, terimalah bahwa setiap orang memiliki perbedaan. Yang terpenting adalah dia mampu bekerja dengan baik untuk perusahaan.


6. Perluas pemikiran tim di luar bisnis


Seiring berjalannya bisnis, Anda juga perlu memperluas pemikiran tim di luar bisnis Anda. Mungkin Anda bisa melakukan beberapa cara, seperti meminta seorang tamu sebagai pembicara untuk bertemu dengan tim bisnis, berbagi ide pengembangan dengan pelanggan dan mitra bisnis utama, dan mengundang pelanggan dan mitra utama ke rapat staf, serta meminta seseorang untuk melatih tim Anda.


Mendapatkan pengalaman dan perspektif dari luar binis dapat membantu mencegah groupthink. Dengan begitu, karyawan jadi lebih tenang dan tidak akan emnantang norma dalam bisnis Anda. Jagalah karyawan Anda agar selalu berpikir positif dan kreatif setiap saat.


7. Katakan bahwa Anda menghargai karyawan


Poin ini cukup mudah untuk dilakukan. Sebagai apresiasi atas kinerja tim Anda, katakanlah bahwa Anda mengapresiasi dan menghargainya. Tunjukkanlah bahwa Anda peduli, fokus terhadap pertumbuhan para karyawan, berinvestasi dengan memberikan pelayanan yang baik untuk karyawan, dan bersikap positif kepada karyawan. Mungkin sesekali Anda juga bisa merayakan kemenangan kecil sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan dari tim Anda.


8. Identifikasi masalah


Setiap manusia pasti pernah dan akan memiliki masalah. Baik itu masalah dengan keluarga, rekan kerja, atau siapa pun. Jika salah satu karyawan Anda terlihat sedang memiliki masalah, dalam situasi tersebut sebaiknya Anda lebih berhati-hati.


Di sisi lain, mungkin akan ada pula beberapa karyawan yang tidak cocok dengan budaya dan bisnis yang Anda jalankan. Itu mengapa penting ketika masa perekrutan Anda harus bisa memilih karyawan yang tepat.


Mungkin memecat karyawan menjadi pilihan terakhir ketika pilihan sebelumnya tak membuahkan hasil yang baik.


9. Pahami dinamika negatif


Sebagai atasan yang memiliki kuasa lebih banyak dari karyawan di tim, Anda harus lebih memahami bagaimana dinamika negatif yang terjadi. Beberapa pengaruh lain dapat mencegah kesuksesan suatu tim. Pahamilah beberapa poin negatif yang bisa mempengaruhi tim, seperti keengganan untuk mengubah, ketidakmampuan untuk bekerja sama, terlalu banyak proyek individu, terlalu banyak pengakuan individu, agenda yang bersaing, dan manajemen mikro.


Waspadai beberapa hal tersebut dan cegahlah jika bisa


10. Gunakan orang yang ahli untuk membangun tim


Terkahir, Anda bisa menggunakan seseorang yang ahli untuk membuat tim berkembang. Pilihlah orang yang dapat memanajemen dan memimpin dengan baik. Dengan memilih orang profesional tersebut, kemungkinan kinerja tim Anda pun akan semakin baik dan bisnis Anda cepat berkembang.